Monolog: Harakiri (Seppuku)
Diposting oleh Yuma , Sabtu, 31 Agustus 2013 07.38
MONOLOG
-----------------------------------
HARAKIRI (SEPPUKU)
Karya: Zohry Junedi
Diangkat dari puisi Mineko Ohkami, Puisi
Kematian
Naskah dan Sutradara. Zohri Junedi
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DITENGAH PANGGUNG DUDUK SESEORANG TUA, DIAM, PENUH
PENYESALAN, DULUNYA IA PEJUANG BANGSA, TAPI SEKARANG IA HANYA SEORANG
PENGKHINAT ATAS DIRI SENDIRI
Puisi kematian ini kupersembahkan untuk diriku
Aku yang mendambakan ajal
Aku yang menantikan saat jiwaku menghilang
Aku yang menantikan saat jiwaku menghilang dari
dunia ini
Puisi kematian kupersembahkan ini untuk diriku
Aku yang telah memenggal kepalaku sendiri
Aku yang berkali-kali mengarahkan pedang ke leher
ini
Aku yang telah banyak membunuh bangsaku sendiri
untuk melampiaskan perasaanku
MENGAMBIL SECARIK KERTAS DAN PENA, BERDIRI DAN
MULAI MENULIS
Puisi kematian ini kutulis untuk diriku
Aku yang adalah kumpulan berbagai sampah
Aku yang telah diberikan nyawa oleh orang lain
Aku yang sudah menghancurkan berbagai tubuh dan
jiwa yang diberikan padaku
Puisi kematian ini kutulis untuk diriku sendiri
Aku yang berpura – pura membenci semua orang
Aku yang disayangi semua orang
Aku yang takut kehilangan kehangatan yang telah
diberikan padaku
KEMBALI TERDUDUK SAMBIL MENAHAN BULIR-BULIR AIR
MATA,
Puisi kematian ini kutulis untuk dia yang paling
kusayangi
Dia yang akan datang ke sisiku saat aku kesepian
Dia yang akan bernyanyi untukku jika aku takut
Dia yang akan mengulurkan tangannya padaku bila
kekuatan jahat menarikku
PANDANGAN TERTUJU PADA SEBUAH BONEKA MUNGIL,
Puisi kematian ini kuberikan untuk dia yang paling
kusayangi
Agar puisi ini dapat menjadi pengingat diriku
Agar puisi ini bisa menjadi pelipur lara baginya
Agar puisi ini dilupakan olehnya bila telah ada
orang lain di sisinya
Puisi ini kupersembahkan untuk dia yang paling
kucintai
Dia yang paling mengerti diriku
Dia yang mencintaiku sepenuh hati
Dia yang akan melakukan apapun demi aku dan akan
mendapat balasan yang sama
MEROBEK BONEKA MENJADI BAGIAN BAGIAN KECIL, YANG TAK MUNGKIN DISATUKAN KEMBALI
Puisi kematian ini . . . tidak ada
Karena aku telah menemukan tempatku berada yang
seharusnya
Karena aku sedang menanggung beban yang sebanding
dengan rasa bersalah dan kebencianku
Karena aku tak ingin kematian memisahkanku dari
orang orang yang kusayangi
HENING
Hahahaaaa . . . .
Aku telah pantas menerima mati, tapi bukan dengan
tangan kalian, bukan dengan tangan mereka, bukan dengan tangan tangan orang
orang yang berpura – pura tak berdosa, tapi dengan tanganku sendiri, hahahaa .
. . dengan tanganku sendiri, huahhahaa . . .
Aku Pendosa bangsa, maka sepantasnyalah aku
menerima ini . . .
Aku tidak sedih menerima kematian ini, dan aku
tidak berduka atas kematianku . . .
aku mati karena bangsaku telah mempercayai aku
menjadi pemimpinnya, tapi maafkan aku tampuk pimpinan itu terlalu kejam buatku,
aku tidak mampu menjalankan amanah Tuhan, maka biarkan aku mati dengan cara
seperti ini untuk menebusnya . . .
maafkan aku
SANG TUA PERLAHAN MENGAMBIL SAMURAINYA, MENATAPNYA
TAJAM, PENUH KEPILUAN, DAN AKHIRNYA MENGARAHKAN SAMURAINYA KE PERUT SEBELAH KIRI, DAN MENYERETNYA KE BAGIAN KANAN,
HINGGA PERUT SANG TUA BUYAR
Saya ingin mengungkapkan betapa kagumnya saya saat membaca naskah monolog ini. Begitu singkat tapi penuh makna. Tiap kalimat serasa menyiratkan bagaimana perasaan seseorang yang akan melakukan Harakiri. Menemukan naskah ini pun, bukan disengaja. Saat sedang mencari-cari naskah monolog untuk latihan, saya menemukan judul ini. Karena benar-benar pas, saya memutuskan untuk membaginya dengan kalian yang kebetulan lewat saat sedang berjalan-jalan di dunia maya. Semoga bermanfaat.
Mementaskan naskah ini harap menghubungi penulis untuk sekedar pemberitahuan.
Penulis: Zohry Junedi
Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1704112218
HP: 081229091987
Penulis: Zohry Junedi
Facebook: http://www.facebook.com/profile.php?id=1704112218
HP: 081229091987


Mungkin Ada video pementasannya??