Kita Adalah Satu
Diposting oleh Yuma , Jumat, 13 September 2013 06.13
Mungkin, ini postingan yang nggak penting-penting amat bagi beberapa orang diluar sana. Karena toh, postingan ini hanya menceritakan pertemanan diantara orang-orang di klub jepang Sisma yaitu Okonomiyaki. Klub ini merupakan salah satu ekstra kecil yang sejujurnya jarang diminati karena isinya hanya orang-orang aneh... eh. Bukan sih. Lebih tepatnya karena jarang ada orang yang begitu tertariknya dengan kebudayaan jepang arau bahasa jepang.
Kami cuma ekstra kecil yang jarang diminati. Itulah persepsi awalku pada saat masuk klub ini. Alasanku masuk Oko? Simpel. Untuk mendapat lebih banyak teman yang menyukai apa yang kusukai. Dan apa yang kuinginkan itu, aku bisa dapatkan. Disini, di Okonomiyaki. Lewat namanya... mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya. "Okonomiyaki? bukannya itu nama makanan ya? Waduh jadi laper".
Okonomiyaki, adalah pizza-nya orang jepang. Begitulah asumsi kami semua. Toppingnya terdiri dari berbagai macam bahan yang sangat beragam. Membuatnya pun sangat rumit karena kalau kita salah, maka bentuknya tidak akan bagus dan rasanya tidak enak. Dan disinilah kami, di Okonomiyaki. Diperumpamakan seperti topping-topping yang beragam tapi jika kami bersama, semuanya akan terasa nikmat. Walau tidak bisa dipungkiri, beberapa anggota terlihat 'sekedar' mencari nilai ekstra. Well, secara pribadi, aku tidak peduli dengan orang-orang macam itu. Nggak penting. Bikin sakit kepala aja mikirinnya.
Dibebani tugas menjadi senpai alias senior, sama sekali tidak memberatkan pundak ini. Yah, keluh kesah tentu saja ada. Tapi semuanya hilang kalau sudah kumpul-kumpul bersama anggota klub. Selain menjadi senior, aku dibebani tugas menjadi bendahara klub. Heh. Banyak yang menertawai saat kuceritakan tentang posisiku di klub ini. Tapi itu semua tidak penting. Senyum dan keceriaan saat bersama teman-teman, itu baru penting.
Tiap hari, kami mengadakan kumpul-kumpul sukarela. Untuk apa? tentu saja karena keinginan kuat dari diri masing-masing untuk saling berbagi bersama. Toh namanya kumpul-kumpul sukarela... yang mau kumpul, ya silahkan. yang tidak mau ya juga silahkan. Silahkan pulang, maksudnya.
Hal-hal yang dibicarakan? wah... seringkali OOT atau Out Of Topic. Tadinya ingin membicarakan tentang lomba di festival budaya, eh malah membicarakan soal anime baru. Pokoknya, tanpa mereka, aku nggak bakal tahu bagaimana kehidupanku disekolah. Pasti sepi. Dan krik-krik.
Tapi, bukan berarti diantara kami tidak ada yang bertengkar. Tentu saja ada. Terutama Kaichou Lalita (ketua) dan salah satu anggota yang kebetulan kupanggil Vivi-chan. Ups.. sebentar... jangan kira Vivi itu perempuan. Yah, mereka sering bertengkar dan beradu pendapat. Tentu saja sedih melihatnya. Kadang, kalau Kaichou sedang galau dan sedih juga akan mempengaruhi kumpul-kumpul sukarela. Suasana akan terasa berbeda dan lebih tegang.
Tiap hari terasa sangat menyenangkan jika selalu bersama. Itulah kami. Perbedaan bukan kendala karena persahabatan akan mencairkan semuanya. Aku yakin, bukan hanya aku yang mencintai mereka setulus hati. Karena aku tahu, mereka tahu bahwa jabat tangan diawal pertemuan kami sekarang semakin erat dan tak bisa dilepaskan. Kita adalah satu, kita adalah Okonomiyaki.


Posting Komentar